Poin yang dibahas
Pernah nggak, Bang, kepikiran kenapa Indonesia punya istilah “Demokrasi Pancasila” sementara negara Barat hanya menyebutnya demokrasi liberal atau konstitusional? Jawabannya sederhana tapi dalam: Indonesia adalah bangsa dengan sejarah, budaya, dan nilai yang unik. Maka, demokrasi di sini tidak bisa begitu saja meniru demokrasi Barat. Ia harus menyesuaikan dengan Pancasila, falsafah hidup bangsa.
Artikel ini akan membedah tuntas pengertian, sejarah, prinsip, hingga perbedaan antara Demokrasi Pancasila dan demokrasi Barat, plus relevansinya di era modern. Yuk, kita kupas bareng!

Apa Itu Demokrasi Pancasila?
Definisi
Demokrasi Pancasila adalah sistem demokrasi yang berdasarkan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara. Artinya, segala keputusan politik dan pemerintahan harus berlandaskan:
- Ketuhanan Yang Maha Esa
- Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
- Persatuan Indonesia
- Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
- Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Dengan kata lain, Demokrasi di Indonesia menekankan musyawarah mufakat, gotong royong, dan persatuan nasional.
Demokrasi Indonesia vs Demokrasi Barat
Kalau di Barat, demokrasi lebih menekankan kebebasan individu. Sedangkan di Indonesia, demokrasi diarahkan untuk menjaga keseimbangan antara hak individu dan kepentingan bersama.
Sejarah Singkat Demokrasi Pancasila
Awal Mula
- Konsep ini muncul sejak perumusan UUD 1945 oleh para pendiri bangsa.
- Dalam Pembukaan UUD 1945, jelas tertulis: “…kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.”
Era Soekarno – Demokrasi Terpimpin
- Presiden Soekarno menekankan demokrasi yang dikombinasikan dengan kepemimpinan kuat.
- Fokus pada persatuan, meski praktiknya cenderung otoriter.
Era Soeharto – Demokrasi Pancasila
- Istilah “Demokrasi Pancasila” semakin dipopulerkan.
- Pemerintahan stabil, tetapi ruang kebebasan politik sangat terbatas.
Era Reformasi
- Setelah 1998, Demokrasi Pancasila dipahami lebih terbuka.
- Rakyat bisa memilih presiden langsung, pers lebih bebas, namun tetap berlandaskan Pancasila.
Prinsip-Prinsip Demokrasi Pancasila
Supaya tidak sekadar jargon, mari kita lihat prinsip dasarnya:
- Musyawarah untuk Mufakat – Setiap keputusan sebaiknya melalui diskusi, bukan paksaan.
- Gotong Royong – Politik bukan soal menang-kalah, tapi kerja sama demi kepentingan bersama.
- Persatuan di Atas Segalanya – Tidak ada kepentingan pribadi atau golongan yang boleh mengalahkan kepentingan bangsa.
- Keseimbangan Hak dan Kewajiban – Hak individu diakui, tapi harus selaras dengan kewajiban terhadap masyarakat.
- Keadilan Sosial – Semua kebijakan harus berpihak pada kesejahteraan rakyat.
Perbandingan Demokrasi Pancasila vs Demokrasi Barat
| Aspek | Demokrasi Pancasila (Indonesia) | Demokrasi Barat (Liberal/Konstitusional) |
|---|---|---|
| Landasan | Pancasila, UUD 1945, nilai budaya & gotong royong | Konstitusi, hukum sekuler, individualisme |
| Tujuan | Persatuan & keadilan sosial | Kebebasan individu |
| Pengambilan Keputusan | Musyawarah mufakat | Voting/majority rule |
| Fokus | Keseimbangan hak individu & kepentingan bersama | Perlindungan kebebasan individu |
| Ciri khas | Kekeluargaan, musyawarah, persatuan nasional | Kompetisi politik, kebebasan berpendapat penuh |
Dari tabel ini jelas: Demokrasi yang berlandaskan Pancasila punya warna khas Indonesia yang membedakannya dari demokrasi Barat.
Demokrasi Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari
Biar nggak terlalu abstrak, mari lihat contoh nyata:
- Di sekolah → Pemilihan ketua OSIS dengan musyawarah.
- Di desa → Rapat warga menentukan penggunaan dana desa.
- Di keluarga → Membuat keputusan bersama (misalnya liburan) lewat diskusi, bukan keputusan sepihak.
Artinya, Demokrasi ini bukan hanya teori politik, tapi juga cara hidup.
Tantangan Demokrasi Pancasila di Era Modern
Meski ideal, penerapan Demokrasi di Indonesia ini juga menghadapi tantangan:
- Money Politics – Pemilu masih sering diwarnai politik uang.
- Polarisasi Politik – Media sosial sering memperkuat perpecahan, bukan persatuan.
- Korupsi – Masih jadi momok dalam tata kelola pemerintahan.
- Globalisasi – Arus ide demokrasi liberal dari Barat bisa berbenturan dengan nilai Pancasila.
Mengapa Demokrasi Pancasila Tetap Relevan?
- Kontekstual dengan Budaya Indonesia – Nilai gotong royong, musyawarah, dan kekeluargaan cocok dengan karakter bangsa.
- Menjaga Persatuan – Indonesia negara multikultural. Demokrasi liberal murni bisa memicu fragmentasi.
- Lebih Humanis – Tidak hanya melindungi hak individu, tapi juga mengutamakan kesejahteraan kolektif.
Kesimpulan: Demokrasi Pancasila adalah Identitas Kita
Demokrasi yang berlandaskan Pancasila adalah demokrasi khas Indonesia yang berbeda dari demokrasi Barat. Ia lahir dari Pancasila, yang menekankan musyawarah, gotong royong, persatuan, dan keadilan sosial.
Meski menghadapi tantangan di era modern, Demokrasi ini tetap relevan sebagai identitas bangsa dan pondasi politik Indonesia.
Kalau menurut kamu, apakah Demokrasi ini sudah diterapkan dengan baik di Indonesia saat ini?
Tulis pendapatmu di kolom komentar, dan jangan lupa share artikel ini biar lebih banyak orang paham bedanya demokrasi Indonesia dengan demokrasi Barat!
Referensi




